Muzeyyen Salik Banner

Mixed Marriage in Turkey: Ceritaku Bertemu Suami Turki

mixed marriage in turkey pasangan indonesia dan turki
Banyak orang yang bertanya ke aku, “Gimana sih caranya bisa dapat suami bule?” atau “Serius nikah sama orang Turki?”. 

Bahkan ada juga yang bertanya dengan nada bercanda, tapi sebenarnya penasaran.

Aku biasanya hanya tersenyum. Karena jujur saja, kisah bertemu suamiku sekarang tidak seperti cerita di film atau drama romantis.

Tidak ada cerita bertemu di cafe, tidak juga bertemu saat traveling ke luar negeri.

Cerita kami justru dimulai dari sesuatu yang sangat sederhana: sebuah nomor telepon yang tersimpan lama di handphone.

Loch kenapa bisa? Dulu, beberapa tahun yang lalu, aku pernah menjalankan bisnis kecil-kecilan yang berhubungan dengan barang-barang dari Turki.

Dari situ aku menyimpan beberapa nomor orang Turki yang berjualan produk-produk Turki. Termasuk nomor seseorang yang waktu itu sama sekali tidak aku pikirkan akan menjadi bagian penting dalam hidupku.

Waktu berlalu cukup lama. Aku bahkan hampir lupa dengan sebagian kontak itu. Sampai suatu hari, tanpa sengaja ternyata dia sering memperhatikan status wa ku. 

Yaa dia orang yang paling rajin melihat status-status yang aku bagikan. Dari situ mungkin dia mulai mempelajari tentang aku, siapa aku, dan ada apa dengan hidupku.

Maklum waktu itu aku sedang menjalani hidup dengan kehidupanku yang pertama. Singkat cerita mungkin dia sudah tau kalo hidupku sedang tidak baik-baik saja. 

Suatu ketika ponselku berbunyi, dan aku menerima pesan darinya. Bukan untuk berkenalan, tapi lebih memastikan keadaanku.

Ya, dia bertanya kabarku, dan memberkan masukan jika tidak bahagia aku bisa pulang ke bapak ibuku. Pesan itu aku jawab singkat, hanya iya, aku baik-baik saja. 

Kalo tidak salah tidak mengechatku seperti itu sebanyak tiga kali. Sampai di ujung perceraianku, waktu anaku ulang tahun lagi-lagi dia mengirimi pesan singkat ucapan selamat ulang tahun untuk anakku.

Dan kalian tahu, dia laki-laki pertama yang mengucapkan kata-kata itu. Kami tidak pernah mengobrol apapun sebelumnya. Melihat aku ini juga masih istri orang.

Sampai akhirnya hari perceraianku tiba, dengan syarat aku harus tetap tinggal di rumah itu. Tapi sebagai warga negara asing yang tinggal di Luar Negeri tidak akan mudah tinggal tanpa ikatan pernikahan untuk membuat ijin tinggal. 

Lalu kenapa aku tidak pulang saja? Bukankah di sana masih ada keluarga, orang tua, dan saudara? Ya, aku punya mereka semua. Tapi ketika aku punya masalah ini masalahku bukan masalah mereka. 

Jadi aku yang harus menyelesaikan dan mengambil jalan serta keputusan sendiri. Apa yang aku lakukan? Aku pasrahkan semua kepada Allah.

Aku menagih janji, aku meminta kado terindah dari Allah. Aku melakukan sholat tobat, tahajud, istikharah, dan puasa selama tiga hari. Aku berdoa meminta jodoh yang baik, bertanggung jawab, menerimaku, serta bertanggung jawab atas anakku.

Awalnya aku tidak terlalu percaya jika kita melakukan sholat istikharah maka kita akan diperlihatkan dari apa yang kita minta.

Dan yaa, inipun percaya dan tidak percaya. Aku melihat laki-laki datang dengan senyum simpul. Entah mimpi atau apa itu namanya tapi terlihat sangat jelas. 
Kehidupan Mixed marriage di Turkey
Saat aku bangun, aku melihat dia membuat status bersama burung di pundak tanpa tali sedang pergi ke pasar. Yang dikepalaku hanya terpikiran seperti, burung saja dipelihara dan dirawat dengannya apalagi manusia.

Tapi dari situ, jujurly awalnya takut dan nga akan chat dia. Tapi semakin malam, malah tidak bisa tidur dan kepikiran yang akhirnya memberanikan diri untuk chat dia. 

Dari situ awal terjadi obrolan ringan, sampai akhirnya aku memberikan diri to the point kalo aku sudah cerai.

Karena sebelumnya lagi-lagi dia menyarankan aku untuk pulang atau menemukan pria yang jauh lebih menyayangi dan menghargaiku. 

Kemudian aku meminta dia beberapa foto. Dan waktu dia kirim beberapa foto, foto pertama yang dia kasih keaku adalah sosok yang muncul tadi sebagai tanda. 

Dari senyum, dan sweater juga sama. Bahkan sweater itu masih ada dan masih aku simpan. 

Kemudian aku meminta akun instagramnya. Waktu aku scroll foto-foto dia, anakku ikut melihat dan ternyata reaksinya diluar dugaan.
Pernikahan Mixed marriage in Turkey
Anakku seketika bilang, ini siapa mah? Aku mau ini jadi bapakku mah. Dan singkat cerita akhirnya kami menikah, dan Alhamdulillah dari pernikahanku ini aku diberi amanah anak laki-laki yang sehat masyaAllah.

Banyak Orang Bertanya: Bagaimana Cara Mendapat Suami Bule?

Pertanyaan ini mungkin terdengar lucu, tapi sebenarnya cukup sering aku dengar.

Ada yang benar-benar ingin tahu. Ada juga yang sekadar penasaran. Padahal kenyataannya, menikah dengan orang luar negeri bukanlah tujuan utama.

Yang lebih penting adalah menemukan pasangan yang baik. Karena bule pun sama saja seperti manusia pada umumnya.

Ada yang baik, ada yang tidak. Ada yang serius, ada juga yang hanya ingin bermain-main.

Itulah sebabnya aku selalu bilang ke orang-orang yang bertanya ke aku: jangan terlalu fokus pada kata “bule”. Fokuslah pada karakter orangnya.

Kalau kamu benar-benar tertarik menjalin hubungan dengan orang asing, terutama orang Turki, ada beberapa hal yang menurutku penting untuk diperhatikan.

Ini bukan teori. Ini berdasarkan pengalaman dan apa yang aku lihat sendiri.

Cara Mendapatkan Suami Warga Negara Asing
Cara mendapatkan suami bule melalui traveling atau aplikasi

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya ada banyak cara orang bisa bertemu pasangan dari negara lain. Tidak selalu harus pergi jauh ke luar negeri atau melakukan hal yang rumit.

Dari pengalaman dan apa yang aku lihat, biasanya orang bertemu pasangan bule melalui beberapa cara yaitu:

Lewat Aplikasi Dating atau Aplikasi Jodoh

Di zaman sekarang, aplikasi jodoh atau dating apps memang menjadi salah satu cara paling umum orang dari berbagai negara bisa saling mengenal.

Banyak pasangan internasional yang awalnya bertemu dari aplikasi seperti ini. Melalui aplikasi, orang bisa saling mengenal meskipun tinggal di negara yang berbeda.

Percakapan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, lalu berkembang menjadi hubungan yang lebih serius.

Tapi tentu saja, menggunakan aplikasi seperti ini juga perlu hati-hati. Karena tidak semua orang yang ada di sana benar-benar serius.

Ada yang hanya ingin berteman, ada yang hanya mencari hiburan, bahkan ada juga yang berniat tidak baik.

Jadi kalau kamu bertemu seseorang dari aplikasi, jangan langsung percaya begitu saja. Kenali dia dengan baik terlebih dahulu.

Lewat Traveling

Cara lain yang cukup sering terjadi adalah bertemu saat traveling.

Misalnya saat liburan ke luar negeri, ikut tur, atau bahkan saat sama-sama menjadi wisatawan di suatu tempat.

Kadang percakapan sederhana di tempat wisata bisa menjadi awal perkenalan yang panjang.

Banyak pasangan internasional yang awalnya hanya bertemu secara tidak sengaja saat traveling, lalu tetap berkomunikasi setelah kembali ke negara masing-masing.

Hubungan seperti ini biasanya berkembang menjadi LDR (long distance relationship) sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

Lewat Kursus Bahasa Asing

Cara lain yang juga cukup umum adalah melalui kursus bahasa asing. Misalnya kursus bahasa Inggris, bahasa Turki, atau program pertukaran bahasa.

Di tempat seperti ini, orang dari berbagai negara sering bertemu untuk belajar bersama.

Dari situ biasanya percakapan menjadi lebih mudah karena memang tujuannya sama-sama belajar bahasa.

Kadang hubungan yang awalnya hanya sekadar teman belajar bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius.

Lewat Bisnis atau Pekerjaan

Seperti yang terjadi dalam ceritaku, ada juga orang yang bertemu pasangan dari luar negeri karena bisnis atau pekerjaan.

Komunikasi yang awalnya hanya berkaitan dengan pekerjaan bisa berkembang menjadi hubungan yang lebih personal.

Karena sering berkomunikasi, lama-lama kita bisa mengenal karakter seseorang dengan lebih jelas.

Tapi tentu saja, tidak semua hubungan bisnis akan berakhir seperti itu. Kadang hanya sekadar kenalan biasa.

Lewat Perjodohan (Tapi Ini Perlu Hati-Hati)

Ada juga yang bertemu pasangan dari luar negeri melalui perjodohan.

Biasanya ada seseorang yang mengenalkan dua orang yang dianggap cocok untuk menikah.

Tapi jujur saja, untuk cara yang satu ini aku pribadi tidak terlalu merekomendasikan. Kenapa? Karena ada beberapa kasus yang justru berakhir tidak baik.

Ada cerita tentang perempuan yang ternyata seperti “diperjualbelikan” melalui perjodohan internasional.

Ada juga kasus di mana setelah menikah muncul masalah besar yang akhirnya membuat hubungan dengan orang yang menjodohkan menjadi tidak baik.

Karena itu, menurutku jika ingin menjalani mixed marriage, akan lebih baik jika hubungan itu benar-benar dimulai dari proses saling mengenal secara alami, bukan karena tekanan atau perjodohan yang terburu-buru.

Tips Agar Tidak Salah Memilih Pasangan dari Luar Negeri
Komunikasi jarak jauh dengan pria turki

Menjalin hubungan dengan orang dari negara berbeda memang bisa terasa menarik. Ada rasa penasaran tentang budaya, bahasa, dan cara hidup yang berbeda.

Tapi justru karena perbedaannya itu, kita harus lebih berhati-hati.

Berikut beberapa hal yang menurutku sangat penting.

Kenali Latar Belakangnya dengan Jelas

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mengenal latar belakang pasanganmu dengan baik.

Jangan hanya percaya pada cerita yang dia katakan. 

Cobalah cari tahu: 
  • Apa pekerjaannya sebenarnya
  • Di kota mana dia tinggal
  • Bagaimana kehidupannya sehari-hari
  • Apakah dia punya tanggung jawab keluarga
Di zaman sekarang, informasi sebenarnya cukup mudah untuk dicek. Kalau seseorang benar-benar serius, biasanya dia tidak akan keberatan menjelaskan kehidupannya dengan jujur.

Kenali Keluarganya

Dalam budaya Turki, keluarga memiliki peran yang sangat besar. Jadi penting sekali untuk mengetahui seperti apa keluarganya.

  • Apakah keluarganya orang yang baik?
  • Apakah mereka menerima hubungan kalian?
  • Apakah mereka menghormati perempuan?

Karena setelah menikah, kamu tidak hanya menikah dengan satu orang. Kamu juga akan berhubungan dengan lingkungan keluarga dan budaya mereka.

Minta Dia Datang ke Indonesia

Ini menurutku salah satu hal yang paling penting. Kalau seseorang benar-benar serius ingin menikah denganmu, dia harus berani datang ke Indonesia.

Kenapa? Karena ini menunjukkan keseriusannya. Selain itu, keluargamu juga bisa mengenalnya secara langsung.

Kamu juga bisa melihat bagaimana dia berinteraksi dengan lingkunganmu. Bahkan jika memungkinkan, menikah di Indonesia terlebih dahulu bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

Jangan Pernah Menjual Aset untuk Pergi ke Turki

Ini adalah hal yang sangat penting dan sering aku tekankan. Kalau ada seseorang yang meminta kamu: menjual barang, menggunakan semua tabungan, bahkan sampai berhutang.

Hanya untuk pergi ke Turki, itu adalah tanda yang sangat berbahaya. Pasangan yang benar-benar serius tidak akan membuatmu mengambil risiko sebesar itu.

Hubungan yang sehat tidak dimulai dengan pengorbanan finansial yang tidak masuk akal.

Jangan Mudah Percaya Janji “Nanti Diganti Setelah Sampai Turki”
Tanda tanda scam hubungan dengan pria asing

Beberapa orang mungkin akan berkata:

Kamu bayar dulu tiketnya, nanti setelah sampai Turki aku ganti.
Atau
Kamu datang saja dulu, nanti semua biaya aku tanggung.
Jujur saja, hal seperti ini sangat berisiko. Kalau seseorang benar-benar ingin kamu datang, biasanya dia yang akan menyiapkan semuanya dari awal.

Perhatikan Kehidupan Religiusnya

Kalau kamu seorang Muslim, ini juga penting untuk diperhatikan. Tidak semua orang di Turki menjalankan kewajiban agama dengan baik.

Ada yang tidak sholat, tidak puasa, atau bahkan tidak peduli dengan hal-hal yang berkaitan dengan agama.

Karena itu, penting untuk melihat bagaimana sikapnya terhadap agama. Bukan berarti harus sempurna, tapi setidaknya ada usaha untuk menjalankan kewajibannya.

Perhatikan Kebiasaan Merokok

Di Turki, merokok adalah sesuatu yang sangat umum. Banyak orang merokok, bahkan dalam satu keluarga bisa hampir semuanya merokok.

Kalau kamu tidak nyaman dengan kebiasaan ini, sebaiknya dipertimbangkan sejak awal. Karena kebiasaan seperti ini akan sangat berpengaruh pada kehidupan sehari-hari setelah menikah.

Perhatikan Cara Berbicara

Hal lain yang sering aku perhatikan adalah cara seseorang berbicara. Ada sebagian orang yang terbiasa menggunakan kata-kata kasar atau berbicara dengan nada yang tidak baik.

Dalam bahasa Turki ada istilah küfür konuşmak, yaitu berbicara dengan kata-kata yang tidak pantas.

Kalau seseorang sudah terbiasa berbicara seperti itu, kemungkinan besar kebiasaan itu akan terus terbawa dalam kehidupan rumah tangga.

Dan itu tentu bukan lingkungan yang baik, apalagi jika suatu saat kalian memiliki anak.

Perhatikan Sifatnya

Beberapa sifat yang menurutku perlu diwaspadai sejak awal antara lain:,mudah marah, sangat pelit, terlalu mengontrol, tidak menghargai pendapat pasangan.

Sifat-sifat seperti ini sering terlihat sejak awal hubungan, hanya saja kadang kita memilih untuk mengabaikannya.

Padahal justru hal-hal kecil itulah yang sering menjadi masalah besar di kemudian hari.

Jangan Terlalu Terburu-buru dalam Mixed Marriage

Menikah dengan orang dari negara berbeda bukan hanya soal cinta.

Ada banyak hal lain yang harus dipertimbangkan: perbedaan budaya, perbedaan bahasa, perbedaan cara berpikir, bahkan perbedaan cara menyelesaikan masalah

Karena itu, menurutku waktu untuk saling mengenal sangat penting. Jangan terlalu cepat mengambil keputusan hanya karena merasa cocok di awal.

Hubungan yang baik biasanya tumbuh dari proses saling mengenal yang cukup lama.

Cerita Aku Baru Dimulai

Ketika aku mulai mengenal suamiku sekarang, semuanya berjalan perlahan. Tidak ada janji-janji yang berlebihan. Tidak ada cerita yang terlalu dramatis.

Yang ada justru percakapan sederhana yang lama-lama membuat kami saling memahami satu sama lain. Tapi tentu saja perjalanan mixed marriage in Turkey tidak berhenti sampai di situ.

Masih ada banyak hal lain yang aku pelajari setelah mengenal lebih dekat kehidupan di Turki.

Mulai dari karakter orang-orangnya, kebiasaan sehari-hari, sampai hal-hal kecil yang mungkin terasa sangat berbeda dengan kehidupan di Indonesia.

Dan jujur saja, beberapa di antaranya sempat membuatku cukup kaget.

Di artikel berikutnya, aku akan bercerita lebih jauh tentang karakter orang Turki yang aku pelajari dari pengalaman pribadi.

Karena tidak semua orang Turki sama, dan memahami karakter mereka bisa sangat membantu jika kamu ingin menjalin hubungan serius atau bahkan menikah dengan seseorang dari negara ini.



Müzeyyen Salik
Seorang ibu rumah tangga yang menyukai kerajinan tangan, belajar hal baru, dan pantang menyerah.
Terbaru Lebih lama

Related Posts

1 komentar

  1. Aslidah..Rasanya Nano Nano Pokoknya Mixed Marriage ( SABAR , ISTIGFAR , PASRAH , BERDOA , GENTLE )

    BalasHapus

Posting Komentar