Muzeyyen Salik Banner

Mari Menjadi Nasabah Bijak Dukung Penyuluhan Digital Bersama BRI

2 komentar

 

Mari menjadi nasabah bijak dengan mendukung penyuluhan digital bersama BRI


Akhir-akhir ini marak sekali kejahatan yang terjadi melalui perkembangan teknologi dan internet. Kejahatan ini tentu akan membuat para korban rugi puluhan juta hingga ratusan juta. Kejahatan ini juga berdampak buruk bagi lembaga keuangan. Pasalnya, banyak diantara para korban akan hilang kepercayaannya dan berfikir bahwa lembaga keuangan yang dipilih tidak mempunyai sistem keamanan yang baik.

Untuk itu kita harus memilih lembaga keuangan baik dan menjadi nasabah yang bijak. Lembaga keuangan yang baikpun harus memenuhi syarat, antara lain terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Adapun bank itu sendiri adalah BRI.

Sejarah BRI

Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia milik pemerintah. Bank BRI berdiri pada tanggal 16 Desember 1895 di Purwokerto, Jawa Tengah. Dengan visi menjadi the valuable banking group di Asia Tenggara dan Champion Of Financial Inclusion.



Sedangkan misi BRI sendiri adalah sebagai berikut;

  • Memberikan yang terbaik. Melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada segmen mikro, kecil, dan menengah untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.
  • Menyediakan layanan yang prima. Memberikan pelayanan prima dengan fokus kepada nasabah melalui sumber daya manusia yang profesional dan memiliki budaya berbasis kinerja (performance-driven culture), teknologi informasi yang handal dan future ready, dan jaringan kerja konvensional maupun digital yang produktif dengan menerapkan prinsip operational dan risk management excellence.
  • Bekerja dengan optimal dan baik. Memberikan keuntungan dan manfaat yang optimal kepada pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) dengan memperhatikan prinsip keuangan berkelanjutan dan praktik Good Corporate Governance yang sangat baik.
BRI MELAYANI SEPENUH HATI
Dengan berpegang pada visi dan misi, BRI bisa menjadi pilihan terbaik sebagai lembaga keuangan terpercaya. Nilai utama perusahaan ini juga bisa menjadi alasan kita untuk tetap menggunakan semua layanan yang ada di BRI.

Berikut Nilai Utama Lembaga Keuangan BRI;

  • Amanah, lembaga keuangan ini memegang teguh kerpercayaan kepada para nasabahnya.
  • Harmoni, BRI akan selalu perduli dan menghargai perbedaan.
  • Adaptif, lembaga keuangan ini akan selalu berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan.
  • Kompeten, BRI akan terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.
  • Loyal, BRI akan berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara.
  • Kolaboratif, BRI akan mendorong kegiatan yang sinergis.

PENTINGNYA MENJADI NASABAH BIJAK

Nasabah sendiri adalah customer atau pelanggan yang menggunakan atau menerima fasilitas lembaga keuangan baik perorangan maupun badan usaha. Pentingnya menjadi nasabah bijak tentu akan membawa dampak baik antara nasabah itu sendiri maupun pihak lembaga keuangan.

Berikut cara kita menjadi nasabah bijak.

1) Bijak Dalam Memilih Lembaga Keuangan

Bijak dalam memilih lembaga keuangan mempunyai manfaat positive untuk para nasabah. Nasabah yang bijak tentu akan mempertimbangkan banyak hal untuk memilih lembaga keuangan sebagai tempat simpan pinjam. Untuk itu anda bisa memilih lembaga keuangan atau Bank yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan juga LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). 

Fungsi dari OJK ini sendiri adalah menyelenggrakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintregasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Sedangkan LPS, yang merupakan lembaga milik pemerintah ini  sendiri berfungsi sebagai penjamin simpanan nasabah di Bank. Dengan memilih lembaga keuangan yang di awasi dan terdaftar OJK maupun LPS ini tentu akan membuat para nasabah akan merasa aman dan nyaman. Dan anda semua bisa memilih lembaga keuangan dari BRI ( Bank Rakyat Indonesia). Karena BRI sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK maupun LPS.

2) Bijak Dalam Penggunaan Credit Card

Kartu kredit menjadi jurus andalan sebagian orang. Karena kartu kredit bisa dipakai kapan saja dan dimana saja selama limit kartunya masih ada. Tapi perlu diingat penggunaan kartu kredit yang kurang bijak akan membawa kita menjadi pribadi yang boros bahkan hutang tertanggung yang mungkin membengkak.

Oleh karena itu, dihimbau kepada seluruh nasabah untuk tetap menggunakan kartu kredit sebaik mungkin dan seperlunya saja. Penggunaan kartu kredit juga harus menyesuaikan penghasilan. Ini diharapkan agar kita tidak mempunyai hutang tertanggung dan bisa membayar tagihan tepat waktu.

3) Bijak Dalam Melakukan Pembayaran

Sebagai nasabah kita juga harus bijak dalam melakukan pembayaran.maupun tagihan secara tepat waktu dan disiplin. Pembayaran disini contohnya saja,  tagihan PLN, tagihan Telkomsel, tagihan telepon, dan tagihan lainnya. Dengan pembayaran yang terpat waktu ini maka record kita akan baik sehingga pihak lembaga keuangan juga mempercayai kita sebagai nasabah.

4) Bijak Dalam Penggunaan Uang

Dalam penggunaan uang tentu kita harus sangat bijak dengan mengatur uang sebaik mungkin. Pastikan pengeluaran tidak boleh lebih besar dari penghasilan. Biasakan untuk membeli barang yang dibutuhkan, bukan yang diinginakan. Manfaat bijak dalam penggunaan uang ini sendiri yaitu kita bisa menyisihkan uang kita untuk menabung, serta meminimalisir terjeratnya hutang.

5) Bijak Dalam Meminjam Uang

Uang menjadi sumber penghidupan di masa sekarang, sebagai alat untuk membeli atau membayar semua kebutuhan kita. Lalu bagaimana jika kita tidak punya uang sama sekali dan kebutuhan kita sendiri banyak. Kadang kondisi seperti ini yang memkasa kita untuk mau tidak mau harus meminjam uang. Tetapi perlu diingat, bahwa dalam meminjam uang kita juga harus bijak. Ada beberapa tips yang bisa kita terapkan sebagai nasabah bijak dalam meminjam uang.

Tips bijak dalam meminjam uang;

1) Pikirkan matang-matang

Kita harus berfikir secara matang, dimana akan meminjam uang, persyaratan meminjam uang tersebut, kemampuan untuk membayar, dan untuk keperluan apa uang ini.

2) Pilih lembaga keuangan yang terdaftar OJK maupun LPS

Dalam meminjam uang kita harus memililh lembaga keuangan yang sistem keamanannya terjaga. Kita bisa memilih Bank BRI, karena Bank BRI sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK maupun LPS.

3) Pertimbangkan nominal

Mempertimbangkan jumlah nominal yang akan kita pinjam akan membantu kita memanage keuangan. Ini akan memberi gambaran tentang kapasitas kita melunasi hutang yang tertanggung.

4) Gunakan seperlunya saja

Gunakan uang pinjaman seperlunya saja, tanpa harus meminjam lebih atau memakai kebijakan limit yang kita punya dari pihak Bank.

5) Jangan jadikan kebiasaan

Menjadikan pinjaman atau hutang sebagai gaya hidup dan kebiasan tentu akan membawa dampak buruk untuk kita. Karena ini bisa saja membuat kita terjerat hutang yang berlebih.

6) Bijak Dalam Menggunakan Fasilitas Yang Ada

Manfaatkan semua fasilitas yang diberikan dari lembaga keuangan kepada kita secara bijak. Sekarang ini sistem QRIS (Quick Response Code Indonesia) sudah bisa diakses oleh semua nasabah BRI yang menggunakan layanan aplikasi BRImo.

QRIS dapat memudahkan setiap transaksi kita agar lebih efisien, cepat, dan aman. Dengan QRIS ini nasabah tidak perlu membawa uang cash yang berlebih sehingga dapat mengurangi angka kehilangan dan pemborosan.


Kenali Kejahatan Siber Sosial Engineering

Kejatahan siber adalah suatu tindakan ilegal yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan internet maupun teknologi. Kejahatan siber juga bermacam-macam. Salah satunya adalah Social Engineering (rekayasa sosial) dimana pelaku memanipulasi psikologis korban untuk membocorkan data pribadi dan data perbankan korban. Momok menakutkan ini sampai sekarang masih digunakan oleh para pelaku kejahatan siber bahkan bisa dibilang mempunyai sistem terstruktur dan jaringan bersindikat.

Kenali tanda-tanda kejahatan siber

Berikut tanda-tanda kejahatan siber yang harus kita tahu.

Panggilan dari nomor tidak dikenal. 

Nomor asing yang masuk bukan dari nomor resmi dan biasanya menggunakan kode area yang mencurigakan, dan memiliki nomor serupa di digit terakhir. Dan biasanya pelaku tidak akan menelepon uuntuk ke2 kalinya.

Mengaku dari lembaga keuangan, kesehatan, maupun stasiun televisi

Para pelaku tindak kejahatan ini akan memperkenalkan dirinya sebagai lembaga-lembaga resmi dari perbankan, kesehatan, maupun salah satu program stasiun Tv. Mereka akan menggunakan gaya bahasa yang dibuat semirip mungkin seperti layaknya customer servise. Menggunakan kata-kata manis untuk menarik perhatian korban.

Memberi informasi bahwa kita mendapatkan hadiah ataupun sejumlah uang.

Pelaku akan memberikan kabar gembira kepada korban, dengan dalih korban mendapatkan sebuah hadiah atau uang dari event yang perusahaan lakukan.

Adapun motif lain dari kejahatan siber sosial lainnya adalah pelaku menelepon korban dan mengabarkan bahwa ada salah satu anggota keluarga korban mengalami kecelakaan sehingga harus dirawat di rumah sakit atau harus membayar denda. Dalam kasus ini pelaku mempengaruhi mental korban untuk percaya dan merasa takut. Bahkan pelaku tidak segan-segan membawa nama pihak kepolisian untuk melancarkan aksinya ini.

Meminta Data Pribadi

Pelaku akan terus memancing korban untuk mendapatkan data pribadinya. Dalam kasus ini pelaku akan meminta korban untuk memberikan jawaban ya atau memberikan informasi yang benar atas data target dengan alibi untuk mencocokan data dan proses pengiriman hadiah. Jika korban merasa sangat sulit dan terkesan berbelit-belit maka pelaku akan merubah nada bicaranya.

Dengan kata-kata yang di lontarkan seperti; 

Ibu ini mau dapat hadiah bu? Ibu ini mau dapat hadiah apa nggak? Kalau mau di sini saya akan bantu. Agar hadiah yang Ibu dapat bisa langsung masuk ke rekening ibu.

Bahkan para pelaku ini juga menyebutkan untuk tidak memberikan kode OTP. Biasanya kata-kata yang dilontarkan akan seperti ini; 

Ibu, disini kami tidak meminta kode OTP jadi jangan memberikan kode apapun juga tapi ikuti langkah yang saya perintahkan.

Para pelaku bahkan tidak sungkan untuk menanyakan jumlah rekening yang ada kepada korban. Kata-kata yang diucapkan kurang lebih akan seperti ini;

  Ibu maaf bu, untuk jumlah rekening saat ini ada berapa bu?. 

Ini akan menjadi acuan para pelaku untuk meneruskan kejahatannya atau tidak. Pelaku akan meminta korban untuk pergi ke ATM terdekat untuk memproses hadiah yang diberikan. Jika anda berada sampai di titik ini, ini jelas adalah penipuan. Jika memang anda memenangkan lomba tentu pihak bank akan meminta anda untuk pergi ke kantor cabang Bank terdekat. Jika kita menuruti pelaku dan pergi ke ATM mereka akan melancarkan aksinya disana.

Gambaran cara kerja pelaku melancarkan aksinya melalui ATM

Berikut gambaran cara kerja pelaku;

Pelaku meminta untuk terhubung, dan tidak boleh mematikan telepon. Pelaku memberikan instruksi-instruksi yang harus kita lakukan, percakapannya kurang lebih akan seperti ini;

''Jadi Ibu benar sudah berada di ATM ya bu, kami mohon Ibu jangan sampai mematikan telepon sebelum semua transaksi selesai.
Sekarang Ibu masukkan kartu ATMnya, jangan memberikan kode apapun ya bu.''

Nah untuk memastikan target berada di ATM atau tidak pelaku ini memberikan pertanyaan dan himbauan, seperti ini,

''Sudah dimasukkan bu? di tampilan layar tulisannya apa bu?''

Jika target tidak tahu atau tidak bisa menjawab pelaku akan menjadi arrogant dan memberikan himbauan dan memaksa kita untuk benar-benar pergi ke ATM terdekat. Biasanya pelaku akan mengatakan, 

''Ibu kami ini sedang membantu Ibu untuk mendapatkan hadiah. Dan selama percakapan ini juga kami rekam, jika ibu sudah berada di ATM disana kami juga bisa melihat ibu karena disana ada kamera, jadi Ibu kami mohon kerjasamanya.''
 
Pada kenyataanya saat kita berada di ATM mereka melancarkan aksinya dari data yang sudah mereka pegang dan mengalihkan uang rekening korban ke rekening pelaku.


Kejahatan siber sosial engineering menjadi menjadi momok yang menakutkan pasalnya sejumlah uang kita yang ada di rekening secara ajaib bisa berpindah ke tangan orang lain. Moment ini membuat korban seperti terkena petir di siang bolong. Nah dari sini saya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mencegah kejahatan siber agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya.

Pencegahan Kejahatan Siber Sosial Engineering

Berikut pencegahan kejahatan siber yang bisa dilakukan.

1) Selalu Berhati-hati, Waspada, dan Fokus

Jika kita sudah tahu bahwa ada panggilan dari nomor yang tidalk dikenal, maka kita harus berhati-hati, waspada, dan tetap fokus. Perhatikan kode area dari nomor yang mereka pakai. Selalu berdoa bagaimanapun dan apapun keadaan kita.

2) Jangan Mudah Percaya

Pelaku akan memberikan kata-kata manis, dan iming memberikan sejumlah hadiah. Jangan mudah mempercayai semua informasi yang disampaikan pelaku.

3) Stop Conversation

Menutup pembicaraan adalah cara pencegahan yang tepat. Karena pelaku melancarkan aksinya dengan terus mempengaruhi pikiran kita.

4) Kuasai dan Sadar Diri

Perlu diingat bahwasanya, lembaga resmi tidak akan memberikan hadiah secara cuma-cuma bahkan kita sendiri juga tidak pernah mengikuti event apapun. Lembaga resmi tidak akan menghubungi kita, jika kita tidak melakukan pengaduan terlebih dahulu.

5) Jangan Mengikuti Intruksi Yang Di Berikan

Jangan pernah mengikuti segala macam bentuk perintah maupun instruksi yang diberikan pelaku.

6) Jangan Memberitahu Informasi Pribadi

Jangan pernah menginformasikan atau membocorkan data pribadi kepada siapapun. Karena data ini akan menjadi senjata utama para pelaku untuk melancarkan segala aksinya.

7)Mencari Informasi Tentang Nomor Tersebut

Kita bisa mencari informasi tentang nomor tersebut melalui website pelacakan, untuk menyakinkan dan menjawab rasa penasaran kita. Dengan melakukan pelacakan kita akan tahu track record nomor tersebut.

8) Menelepon Lembaga Yang Bersangkutan

Segera telepon lembaga terkait untuk memastikan dan menanyakan kabar tersebut. Dengan menelepon lembaga yang bersangkutan kita akan mendapatkan informasi yang akurat.

9) Membantu Melakukan Penyuluhan

Mari kita menjadi pribadi yang lebih perduli, dengan membantu melakukan penyuluhan kepada masyarakat luas. Dengan adanya penyuluhan diharapkan mampu menjadi bekal untuk seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah cepat percaya. Penyuluhan ini diharapkan agar tidak ada lagi korban-korban kejahatan siber lainnya.

Semoga dengan banyaknya masyarakat yang lebih perduli dan sadar akan penyuluhan mengenai kejahatan digital akan mengurangi tingkat kejahatan siber. Mari kita terus menjadi pribadi yang baik dan mendukung penyuluhan digital bersama BRI.









Müzeyyen Salik
Seorang ibu rumah tangga yang menyukai kerajinan tangan, belajar hal baru, dan pantang menyerah.

Related Posts

2 komentar

Posting Komentar