muzeyyen salik

Tragedi Kanjuruhan, Kandungan Gas Air Mata, Efek Dan Pencegahannya

Kerusuhan di stadion Kanjuruhan
Foto: Tangakapan layar video tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Tidak lama ini Indonesia sudah mulai berkabung lagi atas tragedi di stadion Kanjuruhan, Malang.Tragedi ini menjadi daftar kematian di pertandingan sepak bola no. 2 sedunia. Kericuhan ini bertambah saat pelepasan gas air mata berkali-kali oleh pihak kepolisian sehingga memicu penonton berdesakan keluar. Tapi sayangnya banyak korban yang meninggal dunia akibat dari gas air mata ini. Lantas, gas air mata itu apa sih? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Gas Air Mata?

Gas air mata adalah sebuah serbuk halus yang bertekanan tinggi yang dikemas di dalam kaleng dan bukan berbentuk gas. Serbuk halus tersebut akan keluar ketika ditembakkan dengan alat khusus dan menyebar atau menggantung ke udara dengan alat khusus. Serbuk ini akan mencari kandungan air yang terdapat di kulit, tenggorokan saluran pernafasan atau mata kita. Dan tanpa disadari serbuk akan segera menempel di kulit, terhirup atau mengenai mata. Efek dari gas air mata bisa terkena mata maka akan membuat air mata keluar maka itıu disebut dengan gas air mata.

Kandungan Gas Air Mata

Kandungan dari gas air mata yang biasa digunakan oleh individual maupun aparat keamanan yaitu chloroacetophenone (CN) dan chlorobenzylidenemalononitrile (CS) yang mulai dikembangkan sebagai senjata penjinak kerusuhan sejak tahun 1950-an.

Apa saja yang terkandung dalam gas air mata

Kandungan dari gas air mata di dalam kaleng adalah sebagai berikut;
  • Arang: terbuat dari kayu yang dipanaskan sampai murni menjadi karbon. Ketika pin kaleng/granat ditarik, sumbu akan menyulut bara. Ketika dikombinasikan dengan kalium nitrat, arang mudah terbakar.
  • Kalium nitrat: Kalium nitrat melepaskan sejumlah besar oksigen saat sumbu dilepas, yang akan semakin menyulut nyala api dari arang.
  • Silikon: Selagi arang dan potasium nitrat terbakar, unsur silikon diubah menjadi bubuk kaca mikro super panas (bersuhu 1371º Celsius) yang kemudian bercampur dengan senyawa lain dalam kaleng tersebut.
  • Sukrosa: Sukrosa adalah gula, yang jadi bahan bakar api. Gula akan meleleh pada suhu 185º Celsius yang kemudian membantu menguapkan senyawa kimia lain di dalamnya. Oksidator akan membantu menjaga pembakaran terus terjadi.
  • Potasium klorat: Potasium klorat adalah oksidator. Saat dipanaskan, potasium klorat melepaskan oksigen murni dalam jumlah yang sangat dashyat. Potasium klorat juga terurai menjadi kalium klorida yang memproduksi asap dari granat.
  • Magnesium karbonat: Magnesium karbonat, umum ditemukan dalam obat pencahar, alat pemadam kebakaran, dan kapur kolam renang, berfungsi untuk menjaga kadar pH gas air mata sedikit basa; menetralisir semua senyawa asam disebabkan oleh kotoran kimia atau uap air. Ketika dipanaskan, senyawa ini melepaskan karbon dioksida yang membantu menyebarkan gas air mata dalam jangkauan lebih luas.
  • O-Chlorobenzalmalononitrile: O-Chlorobenzalmalononitrile adalah agen penghasil air mata. Senyawa ini juga menghasilkan sensasi terbakar di hidung, tenggorokan, dan kulit. Setidaknya 4 miligram O-Chlorobenzalmalononitrile per meter kubik cukup ampuh membubarkan kerumunan orang. O-Chlorobenzalmalononitrile dapat berubah mematikan saat dosisnya mencapai 25 mg/m².

Efek Gas Air Mata Setelah Mengikat Tubuh

Efek dari Gas Air Mata
Foto: Ilustrasi efek gas air mata mata menjadi merah (adobestock.com(vidistudio)

Ketika akan digunakan sebagai senjata penjinak massa, semua senyawa ini bercampur dengan agen pelarut dan berubah menjadi gas yang mengacaukan saraf-saraf sensorik tubuh.

Efek dari gas air mata ini setelah mengikat tubuh adalah sebagai berikut;
  • Kulit akan terasa terbakar
  • Jika terkena mata, maka mata akan perih dan mengeluarkan air mata
  • Rasa terbakar yang parah di tenggorokan, keluar dahak dari tenggorokan, muntah
  • Jika sampai di saluran pernafasan maka hidung berair, batuk, dan rasa tercekik.
  • Jika serbuk itu sampai masuk di dalam paru-paru akan menyebabkan nafas pendek-pendek, sesak nafas, rasa seperti terbakar di paru-paru.
  • "Mereka yang sudah punya penyakit asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka kalau terkena gas air mata maka dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas (respiratory failure)," terang Prof Tjandra.
  • "Selain di saluran napas maka gejala lain adalah rasa terbakar di mata, mulut dan hidung. Lalu dapat juga berupa pandangan kabur dan kesulitan menelan. Juga dapat terjadi semacam luka bakar kimiawi dan reaksi alergi," imbuh Prof Tjandra.
  • "Walaupun dampak utama gas air mata adalah dampak akut yang segera timbul, ternyata pada keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan. Hal ini terutama kalau paparan berkepanjangan, dalam dosis tinggi dan apalagi kalau di ruangan tertutup," pungkasnya.

Pencegahan Bila Ada Gas Air Mata

Gas air mata dilepaskan dalam bentuk granat atau kaleng aerosol yang terpasang di ujung senapan gas dan ditembakkan dengan peluru kosong sehingga campuran zat ini menyebar di udara. 

Berikut beberapa pencegahan yang bisa dilakukan;
  • Jika mendengar suara tembakan kencang ketika pelatuk gas air mata dilepaskan. Jangan panik tetap tenang dan cari udara segar.
  • Segera mendongak ke atas ketika mendengar tembakan, dan hindari berada di jalur yang sama dengan granat.
  • Keluar dari kerumunan dan cari tempat yang aman dengan sirkulasi udara lancar.
  • Lawan arah angin atau pergi ke tempat yang lebih tinggi.
  • Setelah berhasil lolos ke tempat aman, efek gas akan mereda sendiri kurang lebih dalam 10 menit. Jika Anda memakai lensa kontak, segera lepaskan.
  • Langsung cuci mata dan wajah dengan larutan saline steril atau air bersih sampai gejala iritasi mereda. Cara lainnya, guyur seluruh badan dengan susu. Susu adalah salah satu cara untuk menetralisir efek gas air mata yang dipercaya mampu meringankan rasa sakit.
  • Jika tidak gunakan kacamata pelindung, kacamata renang, atau masker gas, tutupi wajah dengan bagian dalam baju. Dengan begitu, kalian bisa mengulur waktu untuk mendapatkan sedikit udara yang tidak terkontaminasi gas.
  • Namun jika baju  sudah kena semprot terlalu banyak, cara ini akan percuma. Segera lepaskan baju agar paparan gas tidak semakin mengiritasi kulit. Kulit yang terkena gas harus dicuci dengan sabun dan air. Kulit yang mengalami gejala luka bakar dapat diperban.
  • Apabila menghirup gas membuat kesulitan bernapas, dapatkan bantuan oksigen tambahan. Dalam beberapa kasus, kesulitan bernapas karena gas air mata juga dapat cepat ditanggulangi dengan menghirup inhaler asma (obat hirup).
  • Hindari menggosok mata. Pasalnya, aktivitas ini bisa mengaktifkan kristal gas air mata. Maka itu, cukup bilas dengan air bersih dan jangan menggosok di seluruh bagian tubuh.
  • Jangan mandi berendam, cara mengatasi efek gas air mata berikutnya adalah menghindari aktivitas mandi berendam. Pasalnya, berendam dapat membuat bahan kimia dari gas air mata bisa ikut terendam. Jadi, pastikan untuk langsung membersihkan badan dengan air tanpa harus berendam.
  • Jika kontaminasi gas cukup parah dan sulit dihilangkan, masukkan pakaian tersebut ke dalam plastik, kemudian buang ke tempat pembuangan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun).
  • Apabila gejala masih menetap bahkan memberat disertai dengan gangguan penglihatan menetap, segeralah berkonsultasi kepada dokter.
Inilah kandungan dari gas air mata, efek, dan pencegahannya. Semoga tragedi Kanjuruhan menjadi pelajaran untuk kita semua agar tidak terulang kembali. Saya selaku penulis mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya untuk seluruh keluarga korban yang ditinggalkan.
Müzeyyen Salik
Seorang ibu rumah tangga yang menyukai kerajinan tangan, belajar hal baru, dan pantang menyerah.

Related Posts

Posting Komentar