muzeyyen salik

Kerajinan Daerah Di Indonesia Beserta Gambarnya

Di Indonesia mempunyai berbagai ragam kebudayaan yang berbeda. Ini membuat sentra kerajinan yang ada di Indonesia juga sangat bervariatif. Bahkan disetiap daerah mempunyai karakteristik masing -masing meskipun kerajinan yang dibuat menggunakan bahan dasar yang sama. Keunikan kerajinan dari Indonesia memililki daya tarik tersendiri untuk menarik minat para turis domestik maupun mancanegara.


Mari kita mempelajari kerajinan daerah di Indonesia beserta gambarnya untuk mengenal lebih jauh tentang perbedaan yang ada di Indonesia sendiri.

Kerajinan Daerah Di Indonesia

1. Topeng Kayu Batik

Dusun Sendangsari, Pajangan Bantul merupakan sentra kerajinan batik kayu di Yogyakarta. Sanggar itu memproduksi beberapa cinderamata, seperti patung loro blonyo, dakon, hiasan hewan, dan sebagainya.

Produk kerajinan unggulan sanggar ini adalah topeng batik kayu, memiliki ciri khas dari segi warna dan motif-motif batik tradisional seperti kawung, grompol, truntum, dan parang. Motif batik tersebut diaplikasikan pada permukaan topeng sebagai finishing, hal ini menjadi sebuah inovasi perpaduan seni topeng dan seni batik yang adiluhung.

Kerajinan ini dibuat oleh para perajin topeng dengan mengimplementasikan teknik batik ke dalam topeng kayu. Sekalipun membubuhkan dominasi motif batik pada permukaan topeng, namun tidak meninggalkan nilai artistik dalam pembuatan anatomi dan karakter pada material kayu seperti karakter wajah dan ukiran yang menambah kesan dimensi pada topeng itu sendiri.

Detail ornamen batik dibuat memenuhi permukaan wajah dan bagian atas kepala. Ornamen memegang peran penting sebagai bagian ornamen batik dengan pewarnaan yang khas warna batik. Ornamen atau “ornare” (bahasa Yunani) artinya hiasan atau perhiasan (Soepratno, 1984: 11) sebagai hiasan yang melekat pada sebuah karya yang bertujuan dan memperindah bentuk topeng itu sendiri.

2. Lukisan Pelepah Pisang

Pohon pisang mempunyai berbagai manfaat dari akar sampai pucuk daunnya. Tak hanya itu pelepah pohon pisang yang sudah keringpun dapat disulap menjadi karyaseni yang tak kalah indah. Seperti contohnya pengrajin dari Bojonegoro yang memberi nama bisnis kerajinan ini dengan nama Dustbin mampu menyulap pelepah pisang menjadi sebuah karya yang luar biasa.


Karyaseni yang dibuat oleh pemuda satu ini memang patut diacungi jempol. Pasalnya karya yang dia buat sangat natural dan tidak kaku. Jika kalian tertarik dengan lukisan pelepah pohon pisang ini kalian bisa memesannya di sini.

3. Tas Anyaman Rotan


Sejak dulu suku dayak sudah memanfaatkan rotan dan memiliki tradisi “Manjawet” (menganyam rotan) menjadi produk-produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomi dan seni yang sangat tinggi.

Bagi masyarakat Kalimantan tidak pernah terkendala dalam bahan baku yaitu rotan. Karena hampir setiap warga mempunyai kebun rotan.Selain membuat kerajinan tas dari anyaman rotan mereka juga membuat topi, tikar, sandal dan berbagai bentuk kerajinan lainnya.

4. Ukiran Kayu Suku Asmat

Suku Asmat menjadi begitu ternama karena memiliki harkat hidup yang luar biasa. Selain itu, budaya yang dimiliki masyarakatpun sangat menarik dan unik, salah satunya adalah hasil ukiran yang sudah terkenal luas hingga mancanegara.

Kegiatan mengukir menjadi tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat asli Asmat, sebab karya ukir masyarakat Asmat mempunyai nilai seni dan budaya. Bagi masyarakat setempat, panel ukiran tidak hanya sekedar hiasan dinding, tapi pula sebagai media berkomunikasi dengan para leluhur.

Keunikan dan daya tarik yang dimiliki tidak hanya pada kerumitan motif yang tercipta dari tangan-tangan pengukirnya, tapi juga unsur spiritual yang tersirat dengan apik menggambarkan kehidupan, alam serta roh leluhur yang sangat dihormati. Hebatnya, para pengukir mampu membuat ukiran yang indah secara spontan tanpa terlebih dahulu membuat sketsa atau konsep obyek yang hendak diukir.

5. Kerajinan Batik

UNESCO menobatkan batik sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non Bendawi Manusia. Batik sendiri sudah ada sejak lama dan digunakan sebagai bahan pakaian raja-raja di masa lalu.

Di Indonesia batik mempunyai ciri khasnya masing-masing di setiap daerah. Misalnya saja, batik Solo berbeda dengan batik Pekalongan, Madura, hingga Bali yang masing-masing memiliki corak dan motif khas yang membedakannya satu sama lain.

6. Tenun Sumba

Kain Tenun Sumba dibuat secara tradisional dengan menggunakan pewarna alam dan menggunakan alat-alat tradisional. Proses pembuatan Tenun Sumba juga sangat lama membutuhkan waktu sampai berbulan-bulan. 

Tahapan pembuatannya pun bisa dikatakan cukup panjang. Awalnya kapas dipintal, setelah menjadi benang lalu diikat, selanjutnya pencelupan warna sebelum mulai di tenun oleh para pengrajin.

Bagi masyarakat Sumba, kain tenun mengandung banyak sekali makna di dalamnya. Setiap makna yang terkandung dilambangkan dengan berbagai macam motif yang di wujudkan di atas kain tenun. Seperti alam, hewan, dan benda-benda yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari hari manusia.

Untuk corak kuda melambangkan kepahlawanan, keagungan dan kebangsawanan. Motif buaya atau naga mencerminkan kekuatan dan kekuasaan raja. Motif ayam melambangkan kehidupan wanita. Motif burung kakak tua melambangkan persatuan.

7. Arca

Kerajinan arca yang dibuat umumnya berasal dari Magelang, Yogyakarta, dan Bali. Arca lebih dari sekadar benda seni. Selain detail yang menawan, oleh sebagian orang diyakini ada ruh kudus yang bersemayam di dalam arca. Selain itu, arca juga melambangkan adanya kekayaan budaya nusantara yang beragam yang belum tentu dimiliki oleh bangsa lain.


Dalam kepercayaan Hindu-Buddha, terdapat berbagai tokoh atau dewa yang diwujudkan dalam sebuah arca. Dewa-dewa tersebut antara lain Whisnu, Brahma, Shiwa, Agastya, Ganesha, Durga, Laksmi, Saraswati. Sementara dalam kepercayaan Katholik, arca diwujudkan dalam bentuk Yesus ataupun Bunda Maria.

8. Kerajinan Perak

Kerajinan perak di Kotagede sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram Islam berdiri pada abad ke-16. Pada waktu itu, abdi dalem kriya diperintahkan Panembahan Senopati untuk membuat perhiasan untuk kebutuhan kraton.


Tradisi pembuatan kerajinan perak itu terus berlanjut hingga masa pemerintahan Sultan HB VIII. Seiring waktu, kerajinan perak di Kota gede mulai dikenal dunia. Kini kerajinan perak juga sudah meluas di berbagai daerah seperti Sidoarjo.

9. Anyaman Daun Pandan

Kabupaten Natuna di Kepulauan Riau (Kepri), selalu diidentikkan dengan pesona alam yang sangat indah.

Tapi, tak hanya wisata alam saja yang bisa dinikmati oleh para pengunjung di Kepulauan Natuna. Namun, ada juga kearifan lokal yang menjadi basis ekonomi kerakyatan masyarakat Natuna, yaitu anyaman daun pandan.

Sejak lama daun pandan dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, untuk membuat berbagai jenis kerajinan, untuk pengisi waktu luang dan juga penambah pendapatan untuk kehidupan sehari -hari. Kerajinan yang dibuat ini antara lain tikar, tas, topi dan kerajinan lainnya.

10. Kerajinan Tembaga

Desa wisata Cepogo yang terletak di sekitar lereng merapi ini merupakan sentra kerajinan produk tembaga dan kuningan. Ini hal yang tidak biasa, karena pada umumnya masyarakat sekitar lereng merapi biasanya menggantungkan hidupnya dengan perkebunan dan pertanian.

Para penduduk pada waktu itu bekerja, sebagai jasa perbaikan peralatan rumah tangga. Pada saat itu semua peralatan rumah tangga seperti alat-alat dapur terbuat dari tembaga. Dari sinilah kemudian penduduk setempat dikenal sebagai pengrajin tembaga.

Kini produk tembaga semakin bervariasi karena banyaknya persaingan yang ketat. Sehingga para pengrajin berinovasi memproduksi kerajinan dalam bentuk lainnya untuk keperluan interior ruangan dan sebagainya.

11. Kerajinan Gerabah

Sentra kerajinan gerabah Bayat Klaten merupakan salah satu warisan dari leluhur daerah Klaten yang mana berpusat di Desa Melikan, Kecamatan Wedi. Kerajinan gerabah dibuat dengan sangat unik, yaitu menggunakan teknik berupa putaran miring.

Jika pada sentra kerajinan gerabah lain memiliki ciri khas baik dari bentuk, warna, hingga tekstur. Justru sentra kerajinan gerabah dari Klaten yang satu ini ciri khasnya berada pada teknik pembuatannya. Selama proses pembuatannya, semua prosesnya tidak lepas dari peran Sunan Pandanaran yang hingga saat ini dikenal dengan Sunan Tembayat.

12. Kerajinan Ukir Jepara

Sejak abad ke-19 daerah Jepara telah dikenal luas sebagai daerah yang memproduksi mebel dan ukiran yang terkenal di Indonesia. 

Terbukti dengan adanya penghargaan dari beberapa kalangan baik dalam dan luar negeri dan menyatakan Jepara sebagai sebuah kawasan terpadu penghasil mebel dan ukiran.
Di kota Jepara, kegiatan mengukir dan memahat untuk menghasilkan mebel dan karya seni ukiran telah menjadi bagian dari budaya, seni, ekonomi, sosial dan politik yang telah lama terbentuk dan sukar untuk dipisahkan dari akar sejarahnya.

Mebel dan ukir Jepara memiliki sejarah yang cukup panjang karena kemampuan bertukang dan mengukir diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Kebiasaan ini pun seakan terasah dan berkembang mengikuti perkembangangan zaman yang semakin maju, namun jiwa seni dan ketrampilan yang dimiliki oleh para pengrajin ini seakan tertanam dengan kuatnya.

13. Keranjang Bambu Mote

Sejak zaman dahulu terutama di Indonesia, bambu kerap dimanfaatkan untuk dijadikan sebuah kerajinan bernilai seni yang memiliki banyak manfaat, mulai dari peralatan dapur, tas, hingga diubah menjadi dekorasi dan furnitur untuk mempercantik hunian.

Dengan melalui proses penganyaman, bambu memiliki keunikan dan nilai estetika yang tinggi. Tak heran banyak orang yang menyukai kerajinan anyaman bambu tersebut. Di Bali sendiri keranjang bambu mulai dipadukan dengan berbagai mote sehingga menghasilkan karya yang sangat indah.

14. Besek Motif Batik Bakar

Kerajinan dari bambu memang tak akan lekang oleh waktu. Pengrajin mulai berlomba-lomba untuk membuat inovasi dan variasi baru. Seperti halnya pengrajin besek yang terbuat dari bambu.

Para pengrajin dari Bali ini mampu mengubah sebuah besek dengan motif dan gambar yang indah dengan cara di bakar sehingga membentuk motif batik.

15. Wayang Ukir Batik

Wayang merupakan salah satu warisan budaya yang tiada duanya. Wayang merupakan sarana bercerita yang cukup ampuh kepada masyarakat luas. Biasanya wayang menceritakan sisi kehidupan manusia yang hikmahnya dapat diambil oleh penonton.

Pelestarian batik mulai berkembang dengan beragam cara kreatif. Seperti yang dilakukan masyarakat di Yogyakarta yang membuat batik bukan pada selembar kain padaa umumnya, melainkan menggunakan papan kayu sebagai media membatik.

Inilah berbagai kerajinan daerah di Indonesia. Bagaimana tertarik untuk memilikinya? 
Müzeyyen Salik
Seorang ibu rumah tangga yang menyukai kerajinan tangan, belajar hal baru, dan pantang menyerah.

Related Posts

Posting Komentar