muzeyyen salik

Kembali Bernostalgia Bersama PT.KAI Nostalgic Culinary

Nostalgic CulinaryBanyak sekali cara melepas rindu, salah satunya adalah bernostalgia. Kadang kita merasakan semakin lama teknologi semakin berkembang dan modern. Alat-alat canggih nan modern sudah bisa menggeser alat-alat tradisional yang sering kita gunakan dulu.

Bagaimana dengan kuliner di era sekarang? Meskipun memang makanan tradisional tidak akan tersaingi, tetapi sekarang ini banyak kita jumpai variasi makanan baru dan berbeda.

Sajian menu makanan yang tampak mewah makin sering kita jumpai dari pada makanan dengan plating daun pisang atau daun jati. Nyatanya makanan dengan plating daun jati nempunyai aroma yang khas dan cita rasa makanan yang berbeda. Momen makan dengan alas daun ini mampu melepas kerinduan kita dengan kampung  halaman.

Tapi sayangnya, momen ini sudah sangat jarang kita jumpai di perkotaan. Salah satu penyebabnya adalah perhutanan  di perkotaan sudah berpindah salih menjadi bangunan-bangunan pencakar langit.

Lalu bagaimana kita bisa bernostalgia dengan makanan jadoel tempo doeloe? Kalian pasti pernah menggunakan transportasi darat kereta api. Apa perubahan dari Kereta Api waktu lalu dengan Kereta Api saat ini.

Mungkin tahun lalu kalian harus berdesak-desakan dengan para penumpang lain. Atau mungkin kalian tidak asing dengan banyaknya pedagang asongan di dalam kereta yang menawarkan daganganngya.

Apa yang terjadi dengan sekarang? Fasilitas kereta api semakin terjaga kebersihanan serta keamananya. Kita bisa duduk dengan nyaman dan aman tanpa perlu berdesak-desakan. Pelayanan di kereta api juga semakin apik. Petugas kereta api yang tampak siap dan rapi melayani kita semua. 
Tetapi untuk melepaskan sebagian rindu para pelancong PT. KAI mengadakan program bernama KLB Nostalgic Culinary.

Apa itu KLB Nostalgic Culinary? Mari kita bahas. 
Kereta Api Luar Biasa

Nostalgia Bersama PT.KAI Nostalgic Culinary

Seperti yang sudah saya bahas PT. KAI mengadakan program Nostalgic Culinary. Hadirnya KLB Nostalgic Culinary merupakan bagian inovasi KAI dihari jadinya yang ke-78 dengan tema Semangat Bersatu, menuju KAI baru, untuk Indonesia maju.

Dalam perjalanan bersama KLB Nostalgic Culinary penumpang dapat menikmati beberapa makanan dan minuman khas daerah seperti, nasi pecel, nasi rames, tahu gejrot, mendoan dan menu lainnya dengan harga yang murah meriah. Kemasan yang dihgunakan juga cukup unik yaitu dibungkus dengan daun pisang atau daun jati.

Penampilan untuk Prama dan Parmi juga menerapkan tematik yang ada yaitu dengan berpenampilan layaknya ''Pedagang Asongan'' tetapi tetap bersih, rapi, dan sopan.

Tapi sayangnya kehadiran KLB Nostalgic Culinary hanya 2 hari saja, yang diadakan pada Jumat (29/9) pada pukul 09.00 dengan jadwal keberangkatan dari Gambir, dan tiba di Yogyakarta pukul 16.56. Sedangkan untuk keberangkatan Sabtu (30/9) berangkat dari Yogyakarta pukul 08.00 dan tiba di stasiun Gambir pukul 15.20. 

Dengan adanya Kereta Api Luar Biasa ini diharapkan mempu mengobati rasa rindu para penumpang dan bernostalgia dengan kampung halaman. Kegiatan ini juga mengingatkan kembali cita rasa makanan tradidional yang mungkin sudah jarang ditemui. 

Semoga konsep nostalgia kuliner ini tidak hanya sekali saja dan dapat diterapkan kebeberapa kereta reguler yang ada di Indonesia.








Müzeyyen Salik
Seorang ibu rumah tangga yang menyukai kerajinan tangan, belajar hal baru, dan pantang menyerah.

Related Posts

Posting Komentar